Program pendidikan
Tahfizh, tahsin, dan ilmu diniyyah berjalan bersama dalam satu sistem berjenjang, ditopang pendidikan formal setara SMA.
Tahapan belajar
Santriwati naik tingkat setelah memenuhi capaian, bukan otomatis mengikuti tahun ajaran.
-
Marhalah Tamhidiyyah (persiapan)
Tiga sampai enam bulan pertama sejak masuk: tahsin, adab, dan pembiasaan hidup di asrama. Tahap ini menentukan kualitas hafalan seterusnya.
-
Marhalah Ibtida'iyyah (dasar)
Hafalan berjalan terstruktur dengan setoran berjenjang dan muraja'ah harian, disertai dasar-dasar ilmu diniyyah.
-
Marhalah Mutawassithah (menengah)
Penambahan hafalan berjalan seiring penguatan muraja'ah, ketelitian tajwid, serta pendalaman aqidah, fiqih, dan akhlak.
-
Marhalah Mutaqaddimah (lanjutan)
Pemantapan hafalan menuju mutqin, ujian juz menyeluruh, dan persiapan sanad bagi yang memenuhi kelayakan.
Bidang yang dipelajari
Al-Qur'an
- Tahfizh: setoran hafalan baru dengan target berjenjang.
- Muraja'ah: pengulangan terjadwal agar hafalan bertahan.
- Tahsin: perbaikan bacaan sesuai kaidah tajwid melalui talaqqi langsung.
Ilmu diniyyah dan pembinaan diri
- Aqidah
- Fiqih
- Akhlak
- Pengembangan diri: adab, kemandirian, dan keterampilan hidup.
Pendidikan formal
Pembelajaran formal berlangsung satu kali sebulan di akhir pekan, dari pagi hingga sore hari, dan dilaksanakan secara tatap muka langsung di ma'had, sehingga tidak mengganggu tujuan utama santriwati untuk menghafal Al-Qur'an.
Santriwati berangkat ke sekolah mitra di Kota Jambi tiga sampai empat kali setahun untuk ujian akhir dan praktikum laboratorium. Perjalanan pulang-pergi dilakukan pada hari yang sama, didampingi ustadzah dan musyrifah, dan biaya transportasinya sudah termasuk dalam SPP.
Lulusan menerima ijazah SMA yang resmi, diterbitkan melalui sekolah mitra.
Standar kelulusan
- Minimal 20 juz mutqin beserta tahsin sesuai kaidah tajwid.
- Santriwati berkemampuan lebih diarahkan pada target pribadi yang lebih tinggi.
- Sertifikat pengakuan Al-Qur'an dari ma'had.
- Sanad Al-Qur'an bagi yang memenuhi standar kelayakan.
Keseharian dan hubungan dengan keluarga
- Kunjungan wali: satu kali setiap bulan.
- Menelepon keluarga: setiap pekan, dengan jadwal dan durasi yang diatur.
- Libur semester: setiap enam bulan sekali, ditambah libur akhir Ramadhan dan Idul Fitri.
- Pendampingan: seluruh pengasuh santriwati adalah ustadzah dan musyrifah yang tinggal di lingkungan ma'had.
